Rabu, 13 November 2013

USG

USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekitar tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit.
Teknologi transduser digital sekira tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih jelas. Penemuan komputer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu teknologi ini. Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Seperti inilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.
Ultrasonography adalah salah satu dari produk teknologi medical imaging yang dikenal sampai saat ini Medical imaging (MI) adalah suatu teknik yang digunakan untuk mencitrakan bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh, tanpa membuat sayatan atau luka (non-invasive). Interaksi antara fenomena fisik tissue dan diikuti dengan teknik pendeteksian hasil interaksi itu sendiri untuk diproses dan direkonstruksi menjadi suatu citra (image), menjadi dasar bekerjanya peralatan MI.

CT SCAN

1.PENGERTIAN
     CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak.
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara suatu kelainan, yaitu :

  • Gambaran lesi dari tumor, hematoma dan abses.
  • Perubahan vaskuler : malformasi, naik turunnya vaskularisasi dan infark.
  • Brain contusion.
  • Brain atrofi.
  • Hydrocephalus.
  • Inflamasi.
Berat badan klien merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan. Berat badan klien yang dapat dilakukan pemeriksaan CT Scan adalah klien dengan berat badan dibawah 145 kg. Hal ini dipertimbangkan dengan tingkat kekuatan scanner. Sebelum dilakukan pemeriksaan CT scan pada klien, harus dilakukan test apakah klien mempunyai kesanggupan untuk diam tanpa mengadakan perubahan selama 20-25 menit, karena hal ini berhubungan dengan lamanya pemeriksaan yang dibutuhkan.
Harus dilakukan pengkajian terhadap klien sebelum dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah klien bebas dari alergi iodine, sebab pada klien yang akan dilakukan pemeriksaan CT
Scan disuntik dengan zat kontras berupa iodine based kontras material sebanyak 30 ml. Bila klien ada riwayat alergi atau dalam pemeriksaan ditemukan adanya alergi maka pemberian zat kontras iodine harus distop pemberiannya. Karena eliminasi zat kontras sudah harus terjadi dalam 24 jam. Maka ginjal klien harus dalam keadaan normal.

2.TUJUAN
Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan tanpa radioisotop

3.PRINSIP KERJA
Film yang menerima proyeksi sinar diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara berdispensiasi. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat detektor, dua diantaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan menurut proteksi dari tiga tititk, menurut posisi jam 12, 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4,5 menit.

3. PENATALAKSAAN
 PERSIAPAN PASIEN
Pasien dan keluarga sebaiknya diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan. Pasien diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan. Bila perlu dengan menggunakan kaset video atau poster, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian menguragi stress sebelum waktu prosedur dilakukan. Test awal yang dilakukan meliputi :
Kekuatan untuk diam ditempat ( dimeja scanner ) selama 45 menit.
Melakukan pernapasan dengan aba – aba ( untuk keperluan bila ada permintaan untuk melakukannya ) saat dilakukan pemeriksaan.
Mengikuti aturan untuk memudahkan injeksi zat kontras.
Penjelasan kepada klien bahwa setelah melakukan injeksi zat kontaras maka wajah akan nampak merah dan terasa agak panas pada seluruh badan, dan hal ini merupakan hal yang normal dari reaksi obat tersebut. Perhatikan keadaan klinis klien apakah pasien mengalami alergi terhadap iodine. Apabila pasien merasakan adanya rasa sakit berikan analgetik dan bila pasien merasa cemas dapat diberikan minor tranguilizer. Bersihkan rambut pasien dari jelly atau obat-obatan. Rambut tidak boleh dikepang dan tidak boleh memakai wig.
4.PROSEDUR
  • Posisi terlentang dengan tangan terkendali.
  • Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner.
  • Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut yang dicurigai adanya kelainan.
  • Selama prosedur berlangsung pasien harus diam absolut selama 20-45 menit.
  • Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer.
  • Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan memakai protektif lead approan.
  • Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan.
5.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
  • Observasi keadaan alergiterhadap zat kontras yang disuntikan. Bila terjadi alergi dapat diberikan deladryl 50 mg.
  • Mobilisasi secepatnya karena pasien mungkin kelelahan selama prosedur berlangsung.
  • Ukur ntake dan out put. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah pemberian zat kontras yang eliminasinya selama 24 jam. Oliguri merupakan gejala gangguan fungsi ginjal, memerlukan koreksi yang cepat oleh seorang perawat dan dokter.

Sejarah Komputer




sejarah perkembangan komputer
Istilah Komputer berasal dari bahasa latin computare yang berarti alat hitung, karena awalnya komputer lebih digunakan sebagai perangkat bantu dalam hal penghitungan angka - angka sebelum akhirnya menjadi perangkat multifungsi. Komputer saat ini adalah hasil evolusi panjang dari komputer zaman dahulu, yang mulanya adalah alat mekanik dan elektronik. Berikut contoh penemuan komputer.
a. Abacus . Sempoa atau Abacus adalah alat kuno untuk penghitungan yang terbuat dari rangka kayu dangan sederetan poros yang berisi manik - manik yang bisa di geser. Alat ini digunakan untuk melakukan operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian pembagian dan akar kuadrat.Muncul sekitar 5.000 Tahun yang lalu di cina dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini. Abacus dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi (penghitungan). Penggunanya melakukan perhitungan dengan menggunakan biji - bijian geser yang diatur pada sebuah rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, abacus kehilangan popularitasnya.


b. Mesin Buatan Charles Babbage . Banyaknya kesalahan perhitungan dengan manual menginspirasikan seorang ilmuan yaitu Charles Babbage untuk menemukan mesin hitung mekanik sehingga dapat mengurangi kesalahan perhitungan. mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulang kali tanpa kesalahan. sedangkan matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah - langkah tertentu. Masalah tersebut kemudian berkembang hingga menempatkan mesin mekanik. Kemudian babbage mendapat inspirasi dari perkembangan mesin hitung yang dikerjakanoleh wilhem Schickard, blaise pascal, dan gottfried leibniz. Charles Babbage mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensial yang muncul pada tahun 1822. Mesin tersebut dinamakan mesin differensial.Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan mesin differensial selama sepuluh tahun, babbage terinspirasi untuk memulai membuat komputer generasi purpose (multifungsi) pertama, yang di sebut analitycal engine.Atas sumbangan penemuan yang sangat besar ini maka Charles Babbage disebut bapak komputer modern.


MRI

MRI

MRI
Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan salah satu cara pemeriksaan diagnostik dalam ilmu kedokteran, khususnya radiologi yang menghasilkan gambaran potongan tubuh manusia dengan menggunakan medan magnet tanpa menggunakan sinar x. ( Rasad Sjahrar )
Keuntungan Magnetic Resonance Imaging (MRI)
a.       MRI lebih unggul untuk mendeteksi beberapa kelainan pada jaringan lunak  otak, sumsusm tulang serta muskuloskeletal
b.      Mampu memberi gambaran detail anatomi dengan lebih jelas
c.       Mampu melakukan pemeriksaan fungsional seperti pemeriksaan difusi, perfusi, dan spektroskopi yang tidak dapat dilakukan dengan CT Scan
d.      Mampu membuat gambaran potongan melintang, tegak , dan miring tanpa merubah posisi pasien
e.       MRI tidak menggunakan radiasi pengion
f.       Tidak merusak kesehatan pada penggunaan yang tepat
g.      Banyak pemeriksaan yang dapat dikerjakan tanpa memerlukan zat kontras
Kerugian Magnetic Resonance Imaging (MRI)
a.       Tidak semua orang dapat masuk ke mesin ini. Contoh karena ukuran tubuh yang besar.
b.      Adanya penyakit claustrophobic yang menyebabkan ketakutan yang berlebihan jika masuk ke dalam tabung.
c.       Terdapat noise yang sangat berlebihan selama masa scanning
d.      Diharapkan kepada pasien agar tetap menjaga posisi tubuhnya selama masa scanning.
e.       MRI sangat mahal sekali, sehingga untuk melakukan diagnosa membutuhkan biaya yang besar.
f.       Peralatan yang digunakan juga mengalami interferensi, sehingga mempengaruhi pola image yang dihasilkan.
g.      Waktu pemeriksaan cukup lama
h.      Pasien yang mengandung metal tak dapat diperiksa terutama alat pacu jantung, sedangkan pasien dengan wire dan stent maupun pen boleh diperiksa
Komponen MRI terdiri dari magnet utama, shim coil dan gradient coil, radiofrequency (RF) dan komputer
1.      Magnet utama
Magnet utama digunakan untuk memproduksi medan magnet yang besar dan mampu menginduksi jaringan atau objek sehingga mampu menimbulkan magnetisasi dalam objek. Beberapa jenis magnet utama adalah
a.       Magnet permanen
Magnet permanen terbuat dari beberapa lapis batang keramik ferromagnetik dan memiliki kuat medan magnet maksimal 0,3 Tesla (Bontrager, 2001). Magnet ini dirancang dalam bentuk tertutup maupun terbuka (C shape) dengan arah garis magnetnya adalah antero-posterior. Magnet permanen tidak memerlukan listrik, kadang dirancang dengan model terbuka dan sangat umum digunakan pada pasien-pasien klaustrophobia, obesitas ataupun pasien dengan pemeriksaan musculoskeletal dan teknik intervensional yang sulit dilakukan dengan MRI  yang tertutup (Westbrook dan Kaut, 1998)
b.      Magnet resistif
Medan magnet dari jenis resistif dibangkitkan dengan memberikan arus listrik pada kumparan. Kuat medan magnet yang mampu dihasilkan mencapai 0,3 Tesla
c.       Magnet superkonduktor
Prinsip magnet konduktor sama dengan magnet resistif. Karakteristiknya adalah tahanan penghantar nol, arus listrik kontinyu, medan magnet konstan, membutuhkan pendingin (helium) dan stabilitas medan magnet tinggi serta homogen. Menurut Bushong (1995) magnet superkonduktor menghasilkan kuat medan magnet hingga 14 tesla untuk tujuan analisis spektroskopi dan fisik energi tingkat tinggi. U.S Food and Drug Administration membatasi untuk penggunaan klinis kekuatan medan magnet yang digunakan sampai dengan 2 tesla, tetapi yang biasa digunakan antara 0,5 tesla sampai 1,5 tesla
2.      Shim coil adalah coil resistif yang digunakan untuk mengoreksi medan  magnet meningkatkan homogenitas. Ini mendasari kualitas citra. Shim coil terletak didalam gantri pada MRI scanner, sepanjang magnet dan gradient coil.
3.      Gradient coil
Gradient coil merupakan penghasil magnet gradien. Terdapat tiga buah koil gradien masing-masing mengarahkan medan magnet sehingga berada pada sumbu x, y, z ketiganya dapat dioperasikan sesuai dengan kebutuhan untuk mendapatkan pulse sekuens dan tempat lokalisasi yang tepat pada irisan anatomi tubuh. Sistem pencitraan yang berfungsi membentuk citra yang terdiri dari tiga buah kumparan koil, yaitu :
a.)    Gradien koil X, untuk membuat citra potongan sagital
b.)    Gradien koil Y, untuk membuat citra potongan koronal
c.)    Gradien koil Z, untuk membuat citra potongan aksial. Jika gradien koil X,Y, dan Z bekerja secara bersamaan maka akan terbentuk potongan oblik
4.      Koil Radio Frekuensi
Koil radio frekuensi (RF), koil RF terdapat 2 tipe yaitu koil pemancar dan penerima. Koil pemancar berfungsi untuk memancarkan gelombang radio pada inti yang terlokalisir sehingga terjadi eksitasi, sedangkan koil penerima berfungsi untuk menerima sinyal output dari sistem setelah proses eksitasi terjadi (peggy dan freimark, 1995). Sistem frekuensi radio berfungsi membangkitkan dan memberikan radio frekuensi serta mendeteksi sinyal.
5.      Komputer
Sebuah alat yang digunakan untuk mengontrol bagian dari sistem dan memungkinkan operator berinteraksi dengan sistem. Dengan kemampuan piranti lunaknya yang besar komputer mampu melakukan tugas-tugas multi, diantaranya adalah operator input, pemilihan potongan, kontrol sistem gradient, kobtrol sinyal RF. Sistem komputer berfungsi membangkitkan sekuensi pulsa, mengontrol semua komponen alat MRI dan menyimpan memori beberapa citra. Dan Sistem pencetakan citra, berfungsi untuk mencetak gambar pada film rontgen alat untuk menyimpan citra.
Prinsip kerja Magnetic Resonance Imaging (MRI):
Tubuh manusia paling dominan terdiri atas cairan sehingga atom – atom yang mendominasi jaringan biologi adalah atom hidrogen. Di dalam prinsip kerja MRI atom hidrogen yang digunakan adalah proton. Sebelum dimasukkan kedalam medan magnet, proton ditubuh manusia masih bersifat acak. Ketika sudah dimasukkan ke dalam medan magnet yang sebesar 0,064 tesla – 1,5 tesla , proton di dalam tubuh akan berubah menjadi searah. Dan terjadi peristiwa magnetisasi. Setelah itu proton diberi energi radiofrekuensi . Gelombang radiofrekuensi yang digunakan biasanya 90o dan 180o. Radiofrekuensi ada 2 yaitu memancarkan dan menyerap. Ketika radiofrekuensi masih dalam keadaan on proton masih dalam keadaan searah sedangkan ketika radiofrekuensi dihentikan ( off ) proton tersebut ada yang tereksistasi dan diserap peristiwa ini disebut relaksasi. Dan radiofrekuensi ini kembali ke keadaan semula dan yang diserap ini berupa sinyal listrik dan ditangkap oleh gradient. Di gradient coil terbentuknya sebuah sebuah pencitraan atau irisan tubuh manusia yang berbentuk sagital , coronal , axial. Sinyal listrik ini diteruskan ke radiofrekuensi elektronik . Sinyal listrik yang berupa data analog yang berada di radiofrekuensi elektronik ini akan dirubah menjadi data digital oleh ADC dan berbentuk dalam data biner dan kemudian diteruskan ke CPU berbentuk algoritma. Dari CPU ini data digital tersebut ada yang diteruskan ke data storage , image console , image processor . dan kemudian tampil gambaran di image display.