Senin, 14 Oktober 2013

Tehnik pemeriksaan



Follow Through
(Pemeriksaan secara radiografi dari usus halus)

 Tujuan : Untuk mendapatkan gambaran radiografi dari usus halus yang terisi kontras media positif
Kontras media dan cara pemasukannya
n        Per oral            : Melalui mulut
n        Per anal           : Complete Reflux Filling
                                      [small intestinal enema]
n        Enteroclysis : Pemasukan langsung ke dalam usus halus dengan menggunakan Intestinal Tube yang dimasukkan melalui mulut
n        Intubasi : Pemasukan langsung ke dalam usus halus dengan menggunakan Intestinal Tube yang dimasukkan melalui hidung
Persiapan pasien
n        Sama dengan persiapan  untuk pemeriksaan  radiografi Abdomen dengan persiapan
n        Untuk  metoda per anal sebaiknya diklisma
n        Premedikasi :
Ø  Untuk metoda per oral diberikan Maxalon untuk mempercepat gerak peristaltik
Ø  Untuk  metoda Enteroclycis : glucagon/ buscopan / diazepam
Ø  Untuk  metoda per anal diberikan : glucagon
Prosedur pemeriksaan
Metoda Oral :                                                 
4   Dibuat foto pendahuluan : Abdomen posisi AP
8  Pasien minum barium sulfat kira2 400ml
8  Pasien diposisikan supine, foto2 radiografi dibuat di  interval waktu:15  menit dengan dikontrol fluoroscopy sebelum pembuatan foto
Interval waktu radiografi
n        Foto pertama :15 menit setelah minum kontras media
n        Foto kedua :30 menit setelah minum kontras media
n        Selanjutnya setiap 15 menit berikutnya
n        Foto terakhir, biasanya pada menit ke 60 setelah  minum  kontras  media atau bila kontras media sudah  mencapai Ileo caecal
Terlambatnya aliran bahan kontras dan cara mengatasinya
n        Pada pasien Hypomotility [ gerak peristaltik yang lambat] :
            aDiberikan air es untuk mempercepat gerak  peristaltik
            bDiberikan teh atau kopi untuk menstimulir gerak peristaltik
Kriteria Gambar
n        Seluruh usus halus harus tercakup dalam foto
n        Gambaran lambung sebaiknya tampak
n        Marker  waktu harus tampak
n        Culumna Vertebralis tergambar pada garis  tengah film
n        Foto terakhir harus tampak Caecum
METODA COMPLETE REFLUX FILLING
n        Masukkan kontras media sebanyak 4500 ml  melalui anal dan menggunakan irigator setelah enema, serta dikontrol fluoroscopy
n        Bila kontras media telah mencapai Bulbus duodenium,  tabung irrigator atau enema bagian direndahkan untuk  mengosongkan Colon
n        Dibuat foto usus halus sesuai keperluan diagnosa, biasanya di posisi pasien supine 
METODA ENTEROCLYSIS
[PEM. RAD.USUS HALUS D
AN PEMASUKAN BARIUM  SULFAT KE DALAM   DUODENUM  MELALUI BILBAO  ATAU
SELLING TUBE]
n        Persiapan pasien : seperti untuk metoda complete reflux filling
n        Masukkan Bilbao/Selling Tube dengan guide wire melalui mulut sampai mencapai duodenum
n        Suntikkan kontras media melalui tabung tersebut. dan kecepatan 100 ml/ menit
n        Dibuat spot foto [foto seri untuk bagian2 penting  yang dicurigai ada kelainan
Dapat juga disuntikkan udara setelah kontras media mencapai Caecum
Metode intubasi
n        Metoda pemasukan bahan kontras secara langsung kedalam usus halus d/ menggunakan Miller -Abbot Tube, yang dimasukkan melalui hidung
n        Prosedur pemasukan bahan kontras dan pengambilan foto sama dengan metoda enteroclysis




Sabtu, 12 Oktober 2013

INTERAKSI ANTARA SINAR X DENGAN BAHAN



INTERAKSI  ANTARA SINAR X  DENGAN  BAHAN
A.      Pengertian
Berkas sinar-x jika dikenakan terhadap bahan, pada dasarnya adalah peristiwa fisika yang merupakan proses interaksi antara energi foton sinar-x dengan atom-atom dari bahan yang dikenainya. Berkas sinar-x terdiri dari foton-foton dengan berbagai energi, dan bahan yang dikenainya terdiri dari atom-atom. Interaksi sinar-x dengan  bahan dapat diilustrasikan sebagai individu, yaitu tumbukan antara energi foton sinar-x dengan atom bahan.


Gambar

Sebagai suatu peristiwa fisika, ditinjau dari besar kecilnya energi foton sinar-x yang dikenakan terhadap bahan. Beberapa macam model interaksi dapat terjadi, dan beberapa efek atau akibat interaksi dapat pula terjadi.

Berikut adalah macam-macam peristiwa yangg terjadi akibat interaksi sinar-x dengan bahan, secara berurutan mulai dari interaksi pada energi rendah hingga energi tinggi :
1.       Hamburan klasik (Classical scattering)
2.       Penyerapan fotolistrik (Photoelectric absorption)
3.       Hamburan compton (Compton scattering)
4.       Pembentukan pasangan (Pair production)
5.       Disentegrasi fotonuklir (Nuclear disintegration)

Tingkat energi, macam interaksi dan efek interaksi
Tingkat energi Foton sinar-x
Interaksi yang terjadi
Efek interaksi
energi foton <10 kV
Energi foton dihamburkan
Hamburan klasik
Energi diagnostik
Energi foton diserap
Penyerapan fotolistrik
Energi diagnostik
Energi foton diserap dan dihamburkan
Hamburan compton
Energi >1020 kV
Pembentukan pasangan
Radiasi annihilasi
Energi >10000 kV
Disentegrasi fotonuklir
Fregmen inti

B.      Peristiwa hamburan klasik (Classical Scattering)
Peristiwa hambur klasik terjadi pada energi foton sinra-x yang mengenai bahan sangat lemah, lebih kecil dari sepuluh kV. Energi foton akan berinterkasi dengan elektron orbit dan atom bahan target. Energi foton tidak mampu melepaskan elektron orbit yang dikenainya, sehingga energi foton tersebut akan dibelokan arahnya tanpa mengalami pengurangan energi.
Gambar


Foton sinar-x yang mengenai elektron disebut foton primer, dan foton setelah menumbuk elektron orbital disebut foton sekunder. Peristiwa hambur klasik, ditandai dengan dua hal sebagai berikut :
1.       Energi foton primer besarnya sama dengan energi foton sekunder.
2.       Arah foton sekunder tidak sama dengan arah foton primer, membentuk sudut tertentu, sehingga disebut sebagai foton hambur.
Persamaan untuk hamburan klasik adalah :  Efp = Efs
Dimana Efp adalah energi foton primer dan Efs adalah energi foton sekunder

Ada dua model  peristiwa hambur klasik, yaitu :
1.       Thomson Scattering
Apabila interaksi terjadi hanya dengan salah satu elektron orbit saja.
2.       Reileigh Scattering                
Apabila interaksi terjadi dengan beberapa (sekelompok) elektron orbit.

C.      Peristiwa penyerapan fotolistrik (Photoelectric absorption)
Penyerapan fotolistrik banyak terjadi pada energi foton rendah sampai menengah, dimana energi radiasi banyak diserap oleh bahan.